Skip to main content

Konfigurasi TPLink TL-WA511OG

Konfigurasi TPLink TL-WA5110G sebagai AP

Berikut langkah - langkah nya :

1.   Hubungkan TPLink yang sudah dinyalakan ke komputer dengan kabel LAN.
2.   Reset TPLink TL-WA5110G.
3.   Setting IP komputer yang masih satu range atau satu alamat jaringan dengan TPLink 
      (192.168.1.2 - 192.168.1.254). Karena IP default TPLink ini 192.168.1.254. Klik OK.


4.   Ketikkan IP default TPLink ke web browser.


5.   Isikan   username dan password masing – masing “admin” (tanpa tanda kutip) lalu klik OK.


6.   Tampilan awal TPLink yang konfigurasinya masih default.


 7.   Pilih mode wireless yang akan disetting dengan klik menu Operation Mode >> AP  lalu klik 
       Save.


 8.   Setelah   wireless disetting maka otomatis wireless akan merestart.



9.   Lakukan konfigurasi IP address LAN TPLink dengan klik menu Network,  mengisikan IP address
      dan subnetmask kemudian klik Save. IP LAN ini nantinya akan menjadi gateway client – client 
      yang terkoneksi ke access point yang sedang dibuat ini. Jadi, client akan mendapat IP yang
      masih dalam satu range dengan IP LAN ini. Misal IP LAN yang digunakan yaitu 
      192.168.10.1/24, maka client nantinya akan mendapatkan IP yang berada pada subnet ini 
     192.168.10.2 – 192.168.10.254



10.  Ubah IP komputer yang masih satu range atau satu alamat  dengan IP yang sudah dibuat 
       di TPLink tadi. Misalnya 192.168.10.5/24



11.  Masuk ke browser lagi dengan gateway yang sudah di setting di TPLink tadi.



12.  Isiskan username dan password masing – masing adalah “admin” (tanpa tanda kutip).
       Klik OK.



13.  Konfigurasi DHCP server TPLink dengan masuk ke menu DHCP >> DHCP Settings. Klik  
       enable DHCP Server, masukkan range IP misalnya 192.168.10.100 – 192.168.10.199 dan 
       masukkan gateway 192.168.10.1 kemudian klik Save. Lakukan konfigurasi ini agar nanti jika 
       client yang terkoneksi, bisa langsung mendapatkan IP secara otomatis tanpa harus mengisi IP 
       client masing –  masing client. Dengan mengisi ini juga dapat menentukan berapa banyak IP 
       yang akan dibagi.



14.  Setelah setting DHCP, maka harus mereboot TPLink yaitu dengan masuk menu  
       System tools >>  Reboot ini dilakukan agar semua konfigurasi dapat tersimpan. Jika tidak direboot 
       maka settingan yang sudah dibuat tidak akan berfungsi. 



15.  Klik OK untuk reboot TPLink WA5110G.



16.  Muncul informasi seperti berikut, yang menandakan bahwa dalam mereboot
       sudah selesai dan berhasil.



17.  Konfigurasikan wireless menjadi access point dengan masuk ke menu Wireless >> 
       Basic Settings memberi nama Hotspot yang akan dibuat yaitu di SSID, memberi 
       nama hotspot ini agar client bisa tahu sedang menjadi client access point  yang mana. Di sini 
       juga harus pandai memilih channel, karena jika memilih salah satu channel dan ternyata 
       di sekitar access point  banyak yang menggunakan channel yang sama, itu menyebabkan 
       sinyal access point bisa berubah tidak jelas (sinyalnya naik turun). Setelah selesai meng-klik 
       Save.



18.  Secara otomatis TPLink akan restart, dan ini menandakan konfigurasi yang dibuat 
       sudah selesai dan berhasil.



19.  Klik menu Wireless >> Wireless mode klik pada Access Point dan centang Enable 
       SSID Broadcast yang fungsinya agar SSID access point bisa di broadcast dan dilihat 
       oleh client.



        Setelah itu klik Save. 




20.  Berikut konfigurasi yang sudah diatur.



21.  Untuk melihat client yang sudah terkoneksi ke access point yang sudah dibuat dengan
       klik  menu DHCP >> DHCP Clients List.

22.  Setting IP komputer dengan meng-obtain konfigurasi agar nanti bisa mendapatkan IP 
       address secara otomatis. Klik OK. 




23.  Setelah selesai, cek pada Local Area Connections status, dan terlihat bahwa
       komputer mendapat IP secara otomatis.



      Bisa juga cek di command prompt. 




24.  Lakukan ping ke gateway Access Point, maka hasilnya akan reply.



25.  Ganti LAN yang tersambung ke TPLink dengan LAN yang terkoneksi internet.
26.  Lihat di komputer client dengan masuk ke wireless, dan lihat hotspot yang sudah dibuat 
       akan muncul.



27.  Koneksikan laptop dengan hotspot yang sudah dibuat, dan hasilnya terbukti “internet 
       access”.




28.  Lakukan ping dari komputer client ke gateway Access Point, dan hasilnya reply.



29.  Lakukan ping ke google.com dan hasilnya reply yang menandakan bahwa bisa 
       digunakan untuk internetan.



30.  Cobalah buka browser pasti bisa buat internetan.



Konfigurasi TPLink TL-WA5110G sebagai AP :

Comments

Popular posts from this blog

Windows Terminal Server

Terminal Services merupakan sebuah layanan yang dapat digunakan untuk mengakses aplikasi atau data yang disimpan dalam komputer jarak jauh melalui sebuah koneksi jaringan. Dengan meluncurkan sistem operasi Microsoft Windows NT 4.0 Server, Terminal Server Edition, Microsoft mulai masuk ke dalam pasar enterprise, yang masih mengandalkan mainframe tua, sehingga mereka dapat melakukan upgrade ke sistem operasi baru. Layanan Terminal Services dalam Windows NT Terminal Server Edition berjalan di atas protokol yang disebut dengan RDP (Remote Desktop Protocol). Protokol ini dikembangkan pada versi-versi Windows NT selanjutnya. Pada Windows XP Professional, Microsoft juga menyediakan layanan Terminal Service, meskipun hanya dapat digunakan oleh seorang user, dengan menggunakan fitur Remote Desktop.Sebelum Windows Terminal Services Pada tahun 1993, Microsoft meluncurkan sistem operasi terbarunya yang ditujukan untuk pasar enterprise, yang disebut sebagai Windows NT 3.1. Meskipun demikian, ve...

Instalasi Voip Pada Pc Menggunakan Briker

Sebelum kita melakukan percobaan menggunakan Voip dengan Briker, alangkah baiknya kita ketahui dulu apa itu Voip ? Voip  ( Voice Over Internet Protocol ) merupakan teknologi yang memanfaatkan internet protocol untuk menyediakan komunikasi voice secara elektronis dan realtime. Adapun protocol signalling yang umum digunakan adalah H.323 dan SIP. Dan beberapa keuntungan menggunakan VOIP yaitu : Menekan Cost (lebih hemat biaya” Tidak merubah konfigurasi yang ada Meningkatkan produktivitas Infrastruktur Kabel yang simple Mengurangi cost dalam pemindahan, penambahan dan perubahan Nah, pada percobaan kali ini kita akan melakukan konfigurasi VOIP baik itu PC to PC, PC to Phone, dan Phone to Phone. Selain itu nanti kita juga akan mempelajari bagaimana melakukan conference antar beberapa PC/phone. OS yang akan digunakan adalah Briker. Langkah-langkah : Hal yang paling pertama kita lakukan adalah melakukan instalasi Briker. Kemudian bukalah briker di virtual mesin (VMWARE/VBO...

Intel i7

Core i7 Produced From 2008 Common manufacturer(s) Intel Max.  CPU   clock rate 1.6  GHz  to 4.2 GHz QPI  speeds 4.8  GT/s  to 8 GT/s Min. feature size 45 nm , 32 nm, or 22 nm Instruction set x86 ,  x86-64 ,  MMX ,  SSE ,  SSE2 ,  SSE3 ,  SSSE3 ,  SSE4.1 ,  SSE4.2 Microarchitecture Nehalem Sandy Bridge Sandy Bridge-E Ivy Bridge Ivy Bridge-E Haswell Haswell-E Broadwell Skylake Number of cores 2, 4, 6, 8 or 10 Socket(s) LGA 1366 LGA 1156 mPGA-989 LGA 2011 LGA 1155 rPGA-988B BGA 1023 LGA 1150 BGA 1364 BGA 1168 Socket G3 LGA 2011-3 LGA 1151 BGA 1356 BGA 1515 BGA 1440 Core name(s) Bloomfield Lynnfield Clarksfield Clarksfield XM Intel Core i7  is a name that the company  Intel  uses for the computer  processors  it makes for high-end desktop and laptop computers and tablets. Intel uses this name for the fastest processors that they think will be used to bui...